Back To News

KARTIKA AIRLINES, MENGUDARA LAGI BIDIK KELAS MENENGAH KE ATAS
  Sumber www.antara.co.id    Jun 30 15:50
   

Jakarta (ANTARA News) - Maskapai penerbangan swasta, Kartika Airlines menginformasikan mulai 15 Juni 2005 telah mengudara lagi di jalur penerbangan berbasis layanan penuh (full service) dan segmen pasar kelas menengah ke atas, menyusul perkiraan membaiknya bisnis penerbangan domestik akhir-akhir ini.

"Penerbangan domestik dalam 2-3 tahun ke depan, petanya akan berubah drastis karena adanya para pelaku pasar di sektor ini makin efisien dan profesional. Itulah yang membuat kami, bertekad hadir kembali, meski harga avtur sedang gonjang-ganjing," kata President Director PT Kartika Airlines, Odang Kariana, di Jakarta, Kamis.

Dijelaskannya, Kartika Airlines dengan manajemen lama dan pemilik saham Yayasan Kartika Eka Paksi, salah satu yayasan di lingkungan TNI dan PT Tri Usaha Abadi, menjalani penerbangan terakhir sekitar November 2004.

Odang mengatakan, Kartika yang sekarang berada di bawah manajamen baru, setelah PT Intra Asia Corpora mengambil alih kepemilikan sahamnya sebesar 80 persen sejak Maret 2005, sedangkan sisanya masih dikuasai oleh Yayasan Kartika Eka Paksi.

"Jadi, semuanya baru kecuali Sertifikat Kelaikan Operasi (Air Operator Certificate) dan ijin pengembangan pesawat hingga lima pesawat jenis B-737-200 sampai akhir tahun ini," kata Odang.

Dikatakan, pada tahap awal Kartika dengan tiga pesawat B-737-200, dua di antaranya sudah beroperasi dan sudah menerbangi rute-rute Jakarta-Balikpapan PP, Jakarta-Batam PP dan Jakarta-Surabaya-Denpasar PP, sedang satu pesawat lagi masih dalam proses ijin rute di Departemen Perhubungan.

Hingga akhir 2005, tegasnya, pihaknya bersiap menambah armada sejenis hingga lima unit dan baru pada 2006 direncanakan akan melakukan diversifikasi pesawat dan menambahnya hingga 18 unit pesawat.

"Jadi, selain Boeing series tipe lainnya karena B-737-200 memang cukup boros avtur, tidak menutup kemungkinan Airbus," katanya.

Selain itu, Odang menyebutkan, sejak beroperasi 15 Juni 2005, tren tingkat isian penumpang sudah mendekati 50 persen. Karena itu, Kartika dengan manajemen baru dan hanya menampung 200 karyawan hingga saat ini, dia memperkirakan tingkat isian penumpang rata-rata 70-75 persen saja, sudah mencapai titik impas.


Layanan penuh

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Kartika Airlines, Eko Budi Gunarto menjelaskan, segmen penumpang yang dibidik maskapai ini adalah kelas menengah ke atas, meski tidak membatasi pada kelas menengah ke bawah untuk menikmatinya.

"Dengan harga jual tiket di atas rata-rata maskapai lain yang memposisikan dirinya `low fare` (tarif murah), jelas pangsa pasar kami sedikit beda. Sehingga wajar bila strategi layanan kepada penumpang Kartika, `full service` (layanan penuh). Jadi, kami siap `head to head` (berhadap-hadapan langsung di pasar) dengan Garuda atau maskapai lain seperti Mandala Airlines," katanya.

Dicontohkannya, jika terbang bersama Kartika, meski jarak tempuhnya hanya satu jam perjalanan, maka ketika sampai waktu makan baik pagi maupun siang, dijamin mendapatkan pelayanan penuh makan dan minum. "Jadi, di pagi hari jika terbang dengan Kartika, pasti ada `breakfast` (sarapan pagi)," tukasnya.

Eko juga menjelaskan, meski biaya tetap seperti avtur dan pemeliharaan mencapai 55-60 persen terhadap total biaya operasi, komponen biaya tetap lainya masih relatif efisien karena perusahaan baru. "Karena itu, kami optimis mampu meraih pangsa pasar tersendiri," katanya.

Kartika juga menjual tiket penerbangan dengan tiga kelas, yakni kelas bisnis, ekonomi deluxe dan kelas ekonomi biasa dan mulai Juli 2005 akan menggelar promosi dengan harga jual tiket kompetitif.(*)